0
Di tengah manuver politik yang terus mewarnai wilayah Somalia, termasuk Somaliland, Awdal State, dan Puntland, Negara Bagian Somali di Ethiopia mengambil jalur berbeda dengan memprioritaskan pengembangan sektor pertanian. Langkah ini menegaskan perbedaan fokus antara politik regional dan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Otoritas di Negara Bagian Somali Ethiopia secara resmi meluncurkan panen padi di Proyek Irigasi West Godey, yang dianggap sebagai tonggak penting dalam strategi wilayah itu untuk beralih dari ketergantungan bantuan kemanusiaan menuju kemandirian pangan. Proyek ini menandai upaya nyata pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi agrikultur di wilayah kering.

Kegiatan panen dimulai pada hari Minggu di distrik Ber’ano, tempat pejabat setempat berkumpul untuk menyaksikan pengumpulan padi dari lahan awal seluas 35 hektar. Hal ini merupakan bagian dari fase pertama yang mencakup 150 hektar lahan, yang saat ini ditanami padi dan gandum.

Proyek ini dikelola oleh Biro Pertanian regional, yang bertugas memaksimalkan hasil pertanian melalui koordinasi teknik dan tenaga kerja. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah mencoba menciptakan sistem pertanian yang lebih modern dan produktif.

Para pemimpin regional dan perwakilan dari Prosperity Party menyebut proyek ini sebagai pilar utama untuk mengatasi ketahanan pangan kronis. Dengan memperluas pertanian irigasi di dataran rendah yang kering, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan wilayah terhadap bantuan pangan asing.

Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menstabilkan pasar lokal dengan meningkatkan pasokan domestik. Hal ini sekaligus menjadi strategi ekonomi untuk memperkuat kedaulatan pangan dan mengurangi dampak fluktuasi harga global terhadap masyarakat setempat.

Manajer proyek West Godey dan administrator distrik menekankan bahwa padi telah ditetapkan sebagai tanaman prioritas tahun ini. Keputusan ini diambil berdasarkan potensi wilayah untuk meningkatkan produktivitas melalui teknologi irigasi dan praktik pertanian modern.

Keberhasilan panen awal ini juga dikaitkan dengan investasi teknis yang meningkat dan mobilisasi tenaga kerja yang terkoordinasi. Semua faktor ini dirancang untuk memaksimalkan output di bengawan Shebelle, yang menjadi sumber air utama bagi proyek irigasi.

Langkah Ethiopia ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan proyek irigasi berskala besar sebagai prioritas untuk melindungi ekonomi dari guncangan terkait iklim dan gangguan rantai pasok global. Negara ini berupaya memastikan bahwa ketahanan pangan menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Sementara wilayah Somalia lain sibuk dengan negosiasi politik, konflik, dan klaim kedaulatan, Negara Bagian Somali Ethiopia menunjukkan bahwa investasi di sektor pertanian dapat menjadi jalan menuju kemandirian dan stabilitas ekonomi. Proyek West Godey menjadi simbol nyata bahwa pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal bisa berjalan paralel dengan dinamika politik regional.

Pemerintah regional berharap hasil dari proyek ini dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Ethiopia yang menghadapi kondisi serupa. Dengan perencanaan matang dan fokus pada produktivitas, sektor pertanian di wilayah Somali Ethiopia diproyeksikan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan jangka panjang.

Peternakan Unta

Di tengah hiruk-pikuk politik di Somalia, termasuk Somaliland, Puntland, dan Awdal State, beberapa wilayah menekankan pengembangan sektor pertanian sebagai sumber ekonomi lokal. Masing-masing daerah memiliki fokus tanaman dan komoditas yang berbeda, menyesuaikan iklim dan kondisi tanah.

Di Somaliland, lahan subur terbatas, tetapi petani menanam sorgum, jagung, dan sayuran lokal. Tanaman pangan ini biasanya dikonsumsi lokal, sedangkan hasil ternak seperti kambing dan sapi menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat pastoral.

Puntland lebih dikenal dengan pengembangan peternakan dan perikanan. Wilayah ini menanam sorgum, kacang-kacangan, dan kapas dalam skala kecil, sementara sektor peternakan sangat dominan, termasuk kambing, domba, dan sapi. Perikanan di pesisir utara juga menjadi salah satu sumber ekonomi penting.

Awdal State, yang lebih kecil dari kedua wilayah tersebut, memiliki tradisi pertanian lokal dengan fokus pada jagung, padi, dan sayuran irigasi di daerah yang memiliki sumber air terbatas. Sektor pertanian Awdal mendukung kemandirian pangan lokal meski skala produksi masih kecil dibanding Somalia utara lainnya.

Di sisi lain, Negara Bagian Somali di Ethiopia melakukan lompatan signifikan dengan proyek irigasi berskala besar, seperti Proyek Irigasi West Godey, yang menanam padi dan gandum secara terencana. Proyek ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan bantuan pangan dan meningkatkan produksi domestik.

Selain tanaman pangan, wilayah ini juga mendukung sektor peternakan tradisional. Salah satu komoditas penting adalah unta, yang banyak dipelihara di padang pasir dan dataran rendah Somalia Ethiopia. Unta digunakan untuk transportasi, susu, daging, dan sebagai aset ekonomi keluarga pastoral.

Kawasan Somali Ethiopia memanfaatkan air dari bengawan Shebelle untuk mengembangkan pertanian irigasi, sementara peternakan unta tetap menjadi bagian penting dari ekonomi pastoral. Kombinasi ini memungkinkan wilayah tersebut menghadapi kekeringan dan ketahanan pangan secara lebih efektif.

Di semua wilayah Somali, baik di Ethiopia maupun Somalia, sistem pertanian masih menghadapi kendala infrastruktur, ketergantungan pada curah hujan, dan tantangan iklim. Namun proyek-proyek modern seperti di West Godey menunjukkan arah baru untuk diversifikasi produksi dan kemandirian ekonomi.

Sektor ternak unta menjadi ciri khas pastoral Somalia dan Ethiopia. Unta tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga budaya; bahkan di beberapa daerah, unta menjadi indikator status sosial dan aset keluarga. Peternakan ini biasanya terintegrasi dengan pola migrasi musiman mencari padang rumput dan sumber air.

Kesimpulannya, meski wilayah Somali dipenuhi dinamika politik, fokus pada pertanian dan peternakan tetap berkembang. Somalia, Somaliland, Puntland, Awdal State, dan Somali Ethiopia memiliki karakter ekonomi masing-masing, dengan tanaman lokal, produksi irigasi, dan ternak unta sebagai pilar ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top