0

Keluarga Banu Shayba kembali menjadi perhatian publik dunia Islam sebagai penjaga kunci Ka'bah yang amanahnya telah berlangsung lintas abad. Banu Shayba adalah keluarga yang secara turun-temurun bertugas membuka, menutup, serta mengoordinasikan pembersihan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Amanah ini bukan penunjukan administratif biasa, melainkan mandat langsung yang berasal dari masa Rasulullah ﷺ dan terus dijaga hingga hari ini.

Sejarah mencatat bahwa Banu Shayba merupakan keturunan sahabat Nabi, Utsman bin Talhah radhiyallahu ‘anhu. Pada peristiwa monumental Fathu Makkah (Penaklukan Makkah), Rasulullah ﷺ mengembalikan kunci Ka'bah kepada Utsman bin Talhah seraya bersabda, “Ambillah kunci ini wahai keluarga Talhah, untuk kalian hingga Hari Kiamat.” Sabda ini menjadi dasar legitimasi religius yang kuat, menjadikan tugas Banu Shayba sebagai simbol kontinuitas, kepercayaan, dan stabilitas dalam pengelolaan situs paling suci umat Islam.

Pada tahun 2024, keluarga ini kehilangan salah satu tokoh utamanya dengan wafatnya Syekh Salih al-Shayba, salah satu penjaga Ka'bah yang paling dikenal di era modern. Kepergiannya disambut doa dan penghormatan luas dari umat Islam, mengingat perannya yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan kesinambungan sejarah Islam sejak masa Nabi ﷺ hingga zaman kontemporer. Banu Shayba pun tetap melanjutkan amanah tersebut, menjaga Ka'bah bukan sekadar sebagai bangunan suci, tetapi sebagai warisan spiritual umat Islam sepanjang zaman.

Post a Comment

 
Top